Kamis, 11 November 2010

ikan lele

  Salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat adalah lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan ini berasal dari Benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1984. Karena memiliki berbagai kelebihan, menyebabkan, lele dumbo termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat. Kelebihan tersebut diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan kandungan gizinya cukup tinggi. Maka tak heran, apabila minat masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar.

II. Sistematika
Philum Chordata, Kelas Pisces, Anak Kelas Telestei, Bangsa Ostariophysi, Anak Bangsa Siluridae, Suku Claridae, Marga Clarias dan Jenis Clarias gariepinus.
Bentuk tubuh memanjang, agak bulat, kepala gepeng, tidak bersisik, mempunyai 4 pasang kumis, mulut besar, warna kelabu sampai hitam. Lele dumbo banyak ditemukan di rawa-rawa dan sungai di Afrika, terutama di dataran rendah sampai sedikit payau. Ikan ini mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut abrorescent, sehingga mampu hidup dalam air yang oksigennya rendah.
Lele dumbo termasuk ikan karnivora, namun pada usia benih lebih bersifat omnivora. Induk lele dumbo sudah dapat dipijahkan setelah berumur 2 tahun dan dapat memijah sepanjang tahun.
- Tanda induk betina: tubuh lebih pendek, mempu- nyai dua buah lubang kelamin yang bentuknya bulat.
- Tanda induk jantan: tubuh lebih panjang, mempunyai satu buah lubang kelamin yang bentuknya memanjang.
III. PEMBENIHAN
Saat ini lele dumbo sudah dapat dipijahkan secara alami. Namun demikian banyak orang yang lebih suka memijahkan dengan cara buatan ( disuntik ) karena penjadwalan produksi dapat dilakukan lebih tepat.
A. Pematangan Gonad
Pematangan gonad dilakukan di kolam seluas 50 - 200 m2 dengan kepadatan 2 - 4 kg/m2. Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 persen/hari dari berat tubuhnya.

Pematangan gonad lele dumbo dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 50 m2; keringkan selama 2 – 4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam; isi air setinggi 50 – 70 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 300 ekor induk ukuran 0,7 – 1,0 kg; beri pakan tambahan berupa pellet khusus lele dumbo sebanyak 3 persen setiap hari. Catatan : induk jantan betina dipelihara terpisah.
PEMATANGAN DIBAK
Pematangan gonad juga bisa dilakukan di bak. Caranya, siapkan bak tembok ukuran panjang 6 m, lebar 4 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 80 – 100 cm dan alirkan secara kontinyu; masukan 100 ekor induk; beri pakan tambahan (pelet) sebanyak 3 persen/hari. Catatan : induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

B. Seleksi Induk
- Seleksi bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan dipijahkan.
- Induk betina ditandai dengan perutnya yang buncit dan kadang-kadang apabila dipijit kearah lubang kelamin, keluar telur yang warnanya kuning tua.
- Induk jantan ditandai dengan warna tubuh dan alat kelaminnya agak kemerahan

Syarat indukan jantan:
-Kepala indukan jantan lebih kecil dari indukan ikan lele betina.
-Warna kulit dada indukan jantan agak tua bila dibanding indukan betina.
-Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
-Gerakan indukan jantan lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng
-Perut indukan jantan lebih langsing dan kenyal bila dibanding indukan ikan lele betina.
-Bila diurut dari bagian perut ke arah ekor indukan lele jantan akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa+mani).
-Kulit jantan lebih halus dibanding betina.
Syarat indukan betina
-Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
-Warna kulit dada agak terang.
-Kelamin berbentuk oval atau bulat daun, berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar, letaknya di belakang anus.
-Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
-Perutnya lebih gembung dan lunak.
-Bila diurut dari bagian perut ke arah ekor indukan betina akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

Syarat umum indukan lele yang baik
-Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.
-Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam.
-Beratnya berkisar antara 100-200 gram dan panjang 20-50 cm, tergantung tingkat kesuburan badan
-Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan gerakannya lincah.
-Umur indukan jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina satu tahun.
-Frekuensi pemijahan bisa satu bulan sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat makanannya harus mengandung cukup protein.
-Indukan lele siap memijah jika mulai berpasang-pasangan dan berkejar-kejaran. Segera tangkap indukan tersebut dan tempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan.

C. Pemberokan
- Pemberokan dilakukan dalam bak seluas 4 - 6 m2 dan tinggi 1 m, selama 1 - 2 hari.
- Pemberokan bertujuan untuk membuang kotoran dan mengurangi kandungan lemak dalam gonad.
- Setelah diberok, kematangan induk diperiksa kembali.
D. Penyuntikan
- Induk betina disuntik dengan larutan hipofisa ikan mas sebanyak 2 dosis (1kg induk membutuhkan 2 kg ikan mas) dan jantan 1/2 dosis atau ovaprim 0,3 ml/kg.
- Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung.
E. Pemijahan / Pengurutan
- Apabila akan dipijahkan secara alami, induk jantan dan betina yang sudah disuntik disatukan dalam bak yang telah diberi ijuk dan biarkan memijah sendiri.
- Apabila akan diurut, maka pengurutan dilakukan 8 - 10 jam setelah penyuntikan.
- Langkah pertama adalah menyiapkan sperma: ambil kantong sperma dari induk jantan dengan membedah bagian perutnya, gunting kantong sperma dan keluarkan. Cairan sperma ditampung dalam gelas yang sudah diisi NaCl sebanyak 1/2 bagiannya. Aduk hingga rata. Bila terlalu pekat, tambahkan NaCl sampai larutan berwarna putih susu agak encer.
- Ambil induk betina yang akan dikeluarkan telurnya. Pijit bagian perut ke arah lubang kelamin sampai telurnya keluar. Telur ditampung dalam mangkuk plastik yang bersih dan kering. Masukan larutan sperma sedikit demi sedikit dan aduk sampai merata. Tambahkan larutan NaCl agar sperma lebih merata. Agar terjadi pembuahan, tambahkan air bersih dan aduklah agar merata sehingga pembenihan dapat berlangsung dengan baik, untuk mencuci telur dari darah dan kotoran lainnya, tambahkan lagi air bersih kemudian dibuang. Lakukan 2 - 3 kali agar bersih.
- Telur yang sudah bersih dimasukkan kedalam hapa penetasan yang sudah dipasang di bak. Bak dan hapa tersebut berukuran 2 m x 1 m x 0,4 m dan sudah diisi air 30 cm. Cara memasukan, telur diambil dengan bulu ayam, lalu sebarkan ke seluruh permukaan hapa sampai merata. Dalam 2-3 hari telur akan menetas dan larvanya dibiar- kan selama 4-5 hari atau sampai berwarna hitam.

TEKNIK PEMIJAHAN
  1. Menyiapkan Media Pemijahan
    1. Menyiapkan bak pemijahan, Bak yang dipergunakan cukup dengan ukuran 2 x 3 m dengan dalam bak 1 m. Bak dicuci dengan larutan permangkanat dosis 1 sendok teh dicampur dengan 3 liter air atau 5 gr / m3 air.
    2. Menyiapkan Kakaban, terbuat dari ijuk yang dibingkai dengan bambu.
    3. Menyiapkan Air Pemijahan, bak pemijahan diisi dengan air setinggi 40 cm. Air yang digunakan adalah air dari PDAM.
  2. Menyiapkan Induk Lele
    1. Merawat Induk Lele, Induk lele yang akan dipijahkan harus diberikan pakan yang baik agar dapat menghasitkan benih yang baik. Induk lele setiap hari diberikan pakan daging bekicot atau ikan rucah. Pemberian pakan dilakukan pagi dan sore dengan dosis 10% dari berat badan. Bak penampungan induk dekat dengan bak pemijahan agar menangkapnya mudah. Sebaiknya induk jantan dan betina ditempatkan secara terpisah. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, perawatan induk-induk dilakukan secara terpisah.
    2. Memilih induk lele siap pijah, Ciri-ciri induk betina siap pijah adalah :
      • Bagian perut membesar dan lunak kalau diraba,
      • Dubur terlihat merah dan lubang pengeluaran telur lunak melebar,
      • Membuat gerakan mondar-mandir,
      • Bagian dubur merah dan lunak dan kalau diurut dari arah perut akan keluar cairan putih atau sperma.
    3. Memijahkan Lele Dumbo
      • Isi bak pemijahan dengan air setinggi 40 cm.
      • Pasang kakaban hingga menutupi 80% permukaan air. Lepaskan induk-induk lele yang sudah dipilih dengan perbandingan 1 betina dan 2 jantan.
      • Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari yang ditandai terlebih dahulu adanya kejar-kejaran antara induk betina dan jantan mengitari kakaban.
      • Amati pada pagi hari, telur-telur sudah dilepas dan menempel pada seluruh permukaan kakaban.
    4. Menetaskan Telur
      • Menyiapkan bak penetasan telur, bersihkan terlebih dahulu bak-bak dengan permangkanat.
      • Isi air penetasan setinggi 40 cm, pindahkan / angkat kakaban masukan kedalam bak yang sudah disiapkan.
      • Amati telur-telur tersebut setelah 24 jam dan telur-telur tersebut mulai menetas. Telur yang baik akan menetas sampai 35 jam. Anak ikan yang keluar dari telur masih sangat kecil dan lemah. Badan transparan dan kalau dilihat dengan microskop akan terlihat masih mengandung kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi berwarna kuning susu dan tidak akan menetas serta akan membusuk. Telur-telur yang terbuahi terlihat kuning transparan dan akan menetas setelah 34 jam sampai dengan 48 jam dikeluarkan oleh induk.
    5. Pemeliharaan Larva 
      • Menyiapkan bak untuk budidaya pakan alami berupa dapnia atau cacing rambut. Cacing rambut banyak dijual di kios-kios pedagang ikan hias.
      • Setelah telur lebih dari 48 jam dan sudah terlihat banyak yang menetas maka kakaban diangkat secara hati- hati.
      • Merawat larva, larva yang baru beberapa hari menetas kondisinya masih sangat lemah. Larva in tidak memerlukan pakan tambahan sampai menunggu kandungan kuning telurnya habis. Kandungan kuning telur akan habis setelah menetas 7 hari. Untuk menjaga mortalitas yang tinggi pertu dipasang aerasi.
      • Memberi pakan larva. Setetah kandungan 7 hari, kandungan kuning telur yang asd sudah habis dan harus segera diberi pakan tambahan dari luar. Pakan pertama dapat diberikan kuning telur yang diblender setiap pagi dan sore sebanyak satu butir per 5000 ekor. Pemberian pakan cacing rambut dapat diberikan setelah 11 hari dan juga dapnia.

Penetasan Telur dan Perawatan Larva
  • Telur ditetaskan pada bak tembok atau pada bak yang terbuat dari plastik terpal
  • Telur menetas antara 20-24 jam dari pemijahan
  • Larva (benih) diberi makanan tambahan pada hari ke-3 setelah menetas berupa kutu air (Daphnia sp.) atau cacing sutera
  • Selama pemeliharaan usahakan air tetap bersih dan jernih
  • Selanjutnya benih didederkan di tempat lain
PENETASAN
Penetasan telur lele dumbo dilakukan dalam bak tembok. Caranya, siapkan sebuah bak tembok ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi bak tersebut dengan air setinggi 30 cm dan biarkan alirkan air selama penetasan; pasang hapa halus yang ukurannya sama dengan bak; beri pemberat agar hapa tenggelam (misalnya kawat behel yang diberi selang atau apa saja); tebarkan telur hingga merata ke seluruh permukaan hapa; biarkan telur menetas dalam 2 – 3 hari.

Ciri-ciri Induk Lele Dumbo Yang Siap Memijah
1. Induk Jantan
  • Umur telah mencapai 1 tahun
  • Warna tubuh agak kemerah-merahan
  • Alat kelamin tampak jelas meruncing
  • Tubuh tetap ramping dan gerakannya lebih lincah
2. Induk Betina
  • Perut tampak besar dan bila diraba terasa lembek
  • Alat kelamin berwarna kemerahan dan lubangnya agak membesar
  • Bila diurut kearah anus keluar telur berwarna kekuningan
3. Ciri-ciri Induk Yang Baik
  • Umur telah mencapai 1 tahun
  • Ukuran berkisar 300-1000 gram/ekor
  • Nampak sudah jinak
  • Badan mengkilat dan gemuk
  • Tubuh sehat dan tidak cacat
Pemijahan alami
Lele dumbo bisa dipijahkan secara alami. Caranya, siapkan bak berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m; keringkan selama 2 – 4 hari; isi air setinggi 30 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; pasang hapa halus sesuai ukuran bak; masukan ijuk secukupnya; masukan 1 ekor induk betina yang sudah matang gonad pada siang atau sore hari; masukan pula 1 ekor induk jantan; biarkan memijah; esok harinya, tangkap kedua induk dan biarkan telur menetas di tempat itu.
PEMIJAHAN BUATAN
Hasil pemijahan alami lele dumbo biasanya kurang memuaskan. Jumlah telur yang keluar tidak banyak. Agar telur bisa seluruhnya, maka dilakukan pemijahan buatan, atau dengan kawin suntik. Sistem ini agak rumit dan memerlukan keahlian khusus. Dua langkah kerja yang harus dilakukan dalam sistem ini, yaitu penyuntikan, pengambilan sperma dan pengeluaran telur.
Penyuntikan dengan ovaprim
Penyuntikan adalah kegiatan memasukan hormon perangsang ke tubuh induk betina. Hormon perangsang yang umum digunakan adalah ovaprim. (suplayer ovaprim dll). Caranya, siapkan induk betina yang sudah matang gonad; sedot 0,3 mll ovaprim untuk setiap kilogram induk; suntikan ke dalam tubuh induk tersebut; masukan induk yang sudah disuntik ke dalam bak lain dan biarkan selama 10 jam.
PENYUNTIKAN DENGAN HYPOPISA
Penyuntikan bisa juga dengan ekstrak kelenjar hypopisa ikan mas atau lele dumbo. Caranya, siapkan induk betina yang sudah matang gonad; siapkan 1,5 kg ikan mas ukuran 0,5 kg; potong ikan mas tersebut secara vertikal tepat di belakang tutu insang; potong bagian kepala secara horizontal tepat di bawah mata; buang bagian otak; ambil kelenjar hypopisa; masukan ke dalam gelas penggerus dan hancurkan; masukan 1 cc aquabides dan aduk hingga rata; sedot larutan hypopisa itu; suntikan ke dalam tubuh induk betina; masukan induk yang sudah disuntik ke bak lain dan biarkan selam 10 jam.

 CARA 2  
Menyiapkan Donor
Donor adalah ikan yang dikorbankan untuk diambil kelenjar hipofisanya untuk diberikan kepada ikan sebaga recipient (penerima donor).
Ikan sebagai ikan donor untuk ikan lele dumbo dapat diberikan ikan sejenis dan dari ikan mas tanpa mempertimbangkan jantan atau betina.
1. Cara Menyiapkan Kelenjar Hipofisa Dari Ikan Lele
  • Timbang ikan donor seberat induk yang akan disuntik
  • Potong bagian batas kepalanya
  • Dari arah bukaan mulut, kepala lele dibelah, bagian atas kepala diambil
  • Ambil kelenjar dengan menggunakan pinset, lalu digerus/dihancurkan dengan menggunakan alat penggerus sambil ditambah pelarut akuabides 1-2 cc
  • Ambil dengan menggunakan spuit dan kelenjar siap disuntikkan
2. Cara Menyiapkan Kelenjar Hipofisa Dari Ikan Mas
  • Timbang ikan donor seberat induk yang akan disuntik
  • Potong bagian batas kepalanya
Cara Penyuntikan dan Pelepasan Induk
  • Induk disuntik pada siang atau sore hari
  • Kelenjar hipofisa yang telah disiapkan , setengah disuntikkan pada induk jantan dan setengahnya lagi pada induk betina
  • Penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik secara mirin 45° sedalam ± 2 cm
  • Induk yang telah disuntik, dilepas kedalam bak pemijahan
  • Kemudian bak pemijahan ditutup rapat
  • Pemijahan akan terjadi pada malam hari, 8-12 jam setelah penyuntikan 
         


PENGAMBILAN SPERMA
Setengah jam sebelum pengeluaran telur, sperma harus disiapkan. Caranya, tangkap 1 ekor induk jantan yang sudah matang kelamin; potong secara vertikal tepat di belakang tutup insang; keluarkan darahnya; gunting kulit perutnya, mulai dari anus hingga belanag tutup insang; buang organ lain dalam perut; ambil kantung sperma; bersihkan kantung sperma dengan tisu hingga kering; hancurkan kantung sperma dengan cara menggunting bagian yang paling banyak; peras spermanya agar keluar dan masukan ke dalam cangkir yang telah diisi 50 ml (setengah gelas) aquabides; aduk hingga homogen.
PENGELUARAN TELUR
Pengeluaran telur dilakukan setelah 10 jam dari penyuntikan, namun 9 jam sebelumnya dilakukan pengecekan. Cara pengeluaran telur : siapkan 3 buah baskom plastik, sebotol Natrium chlorida (inpus), sebuah bulu ayam, kain lap dan tisu; tangkap induk dengan sekup net; keringkan tubuh induk dengan lap; bungkus induk dengan lap dan biarkan lubang telur terbuka; pegang bagian kepala oleh satu orang dan pegang bagian ekor oleh yang lainnya; pijit bagian perut ke arah lubang telur; tampung telur dalam baskom plastik; campurkan larutan sperma ke dalam telur; aduk hingga rata dengan bulu ayam; tambahkan Natrium chrorida dan aduk hingga rata; buang cairan itu agar telur-telur bersih dari darah; telur siap ditetaskan.
  E. Pendederan
~ Persiapan kolam pendederan dilakukan seminggu sebelum penebaran larva, yang meliputi : pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan tanah dasar dan pembuatan kemalir
~ Pengapuran dilakukan dengan melarutkan kapur tohor kedalam tong, kemudian disebarkan ke seluruh pematang dan dasar kolam. Dosisnya 250 - 500 g/m2.
~ Pemupukan menggunakan kotoran   ayam dengan dosis 500 - 1.000 gr/m2.. Kolam di isi air setinggi 40 cm dan setelah 3 hari, disemprot dengan organophosphat 4 ppm dan dibiarkan selama 4 hari.
~ Benih ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 100 - 200 ekor/m2.
~ Pendederan dilakukan selama 21 hari. Pakan tambahan diberikan setiap hari berupa tepung pelet sebanyak 0,75 gr/1000 ekor.

PENDEDERAN I
Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 50.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.
PENDEDERAN II
Pendederan kedua juga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasar; tebarkan 5 - 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 30.000 ekor benih hasil pendederan I (telah diseleksi); beri 2 – 4 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur sebulan.
PENDEDERAN III
Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 500 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 20.000 ekor hasil dari pendederan II (telah diseleksi); beri 4 - 6 kg pelet kecil (khusus lele); panen benih dilakukan sebulan kemudian.
PEMBESARAN
Pembesaran lele dumbo dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 200 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 - 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 10.000 ekor benih hasil seleksi dari pendederan III; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 2 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi ukuran 125 gram sebanyak 400 – 500 kg.
  
IV. PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang lele dumbo adalah Ichthyopthirius multifiliis atau lebih dikenal dengan white spot (bintik putih). Pencegahan, dapat dilakukan dengan persiapan kolam yang baik, terutama pengeringan dan pengapuran. Pengobatan dilakukan dengan menebarkan garam dapur sebanyak 200 gr/m3 setiap 10 hari selama pemeliharaan atau merendam ikan yang sakit ke dalam larutan Oxytetracyclin 2 mg/l.
Memelihara lele dumbo sekarang banyak ditekuni oleh masyarakat baik yang ada di pedesaan maupun di perkotaan. Hal ini menunjukkan minat masyarakat begitu besar terhadap pemeliharaan ikan ini. Lele dumbo dapat hidup baik meskipun dalam kolam yang kecil. Ada beberapa hal yang menyebabkan masyarakat tertarik dengan budidaya lele dumbo ini yaitu :

1. Budidaya lele tidak membutuhkan tempat yang luas karena dalam kondisi kolam yang padat masih dapat berkembang dengan baik.
2. Kualitas air yang buruk pun ikan lele ini masih dapat berkembang dengan baik
3. Pemeliharaan jenis ikan ini mudah dan tidak memerlukan perhatian khusus.
4. Pemasaran mudah
5. Tahan terhadap kondisi lingkungan yang buruk dan tahan terhadap penyakit.
6. Dimungkinkan sebagai usaha sampingan dalam kapasitas rumah tangga dan untuk mencukupi kebutuhan alternatif protein hewani.

Salah satu masalah budidaya lele dumbo adalah ketersediaan bibit yang kurang memadai dimana pada saat musim hujan tingkat permintaan bibit lele naik. Untuk itu petani/peternak dapat mengusahakan benih untuk keperluan sendiri atau untuk dijual kepada konsumen.

Berikut adalah cara mudah dalam memijahkan lele dumbo secara alami :
1. Siapkan indukan(jantan dan betina)yang baik dengan bobot minimal masing-masing indukan adalah 1 kg.
2. Periksa perut betina apakah sudah penuh dengan telur dengan cara memijit perlahan perutnya, bila sudah matang maka akan keluar butir telurnya dan pada alat genitalnya berwarna merah tua.
3. Siapkan kolam pemijahan dengan mengisi air bersih yang benar-benar baru setinggi +_ 10 cm atau sampai indukan lele dumbo terendam air seluruh badannya.Terlalu dalam /tinggi airnya tidak baik untuk anakan yang baru menetas.
4. Ukuran kolam minimal panjangnya 3m dan lebarnya 2m. Kolam yang terlalu luas akan sulit mengelolanya, sedangkan bila terlalu sempit resiko menetasnya kecil.
5. Tebari kolam dengan ijuk bersih. Ijuk ini berfungsi sebagai tempat untuk melekatnya telur lele dumbo.
6. Biasanya dalam waktu 1 malam lele telah memijah dan pada malam berikutnya akan menetas. Telur yang baik dan akan menetas warnanya hijau terang sedangkan yanng busuk atau mati berwarna putih susu. Waktu yang dibutuhkan untuk menetas seluruhnya adalah +_ tiga (3 hari).
7. Bila sudah bertelur indukan diambil perlahan dengan menggunakan seser dan hati-hati agar tidak merusak sarang telur pada ijuk.
8. Bila sudah menetas semua atau dalam waktu 3 hari maka ijuk diambil perlahan dan dibersihkan perlahan agar anak lele yang kecil terlepas dari ijuk dan usahakan agar telur yang mati/busuk tidak terlarut dalam air kolam.
9. Setelah menetas usahakan agar air tetap terawat baik dengan mengganti sebagian air atau menguras telur yang busuk dengan selang atau jaring halus/skoopnet.Beri makan cacing sutra selama 1 minggu (semakin lama semakin baik)
10. Saring ukuran ikan menurut ukuran karena pertumbuhan anakan ikan lele dumbo tidak seragam. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi kanibalisme bawaan.
11. Setelah berukuran 7-9 cm dapat dmasukkan dalam kolam pemeliharaan/pembesaran atau dijual.


LAIN-LAIN 

Desinfektan & Pembasmi Hama

UNIDES
“Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati”
Disinfektan berspektrum luas, sangat efektif mematikan mikroorganisme patogen dalam industri perikanan. Mencegah kerugian karena kematian ikan dan kontaminasi produk perikanan. Diaplikasikan pada pembibitan, pembesaran, processing plant hingga cold storage.
• Berspekterum luas
• Mudah digunakan
• Non corrosive , tidak merusak peralatan
• Stabil dan ramah lingkungan
• Tanpa resiko kuman menjadi resisten
Kemasan: 100 gr, 500 gr, 5 kg

DELTA-15 Zat Saponin
Ampas biji teh Camellia Oleifera. Digunakan pada tambak udang untuk membasmi hama ikan liar, aman bagi udang.
Pada pertanian digunakan untuk membasmi hamakeong mas.
Kemasan: 25 kg
NOFIS - Zat Saponin konsentrasi tinggi
Mengandung zat saponin kadar tinggi. Pada perikanan digunakan untuk membasmi ikan liar.
Kemasan: 400 gr

Pembiusan & Transportasi Ikan
TRANQUIL (Syndel Labs)
Obat penenang ikan yang bekerja pada sistem saraf pusat sangat efektif memblok stress, serta menurunkan metabolisme pada ikan. Efektif untuk menenangkan ikan terutama pada perjalanan panjang serta menjaga agar ikan tetap sehat pada akhir perjalanan.
Kemasan: 50 ml
TRICAINE-S (Western Chemical)
Mengandung Tricaine Methane Sulfonate berguna untuk pembiusan ikan juga dapat digunakan untuk menenangkan dan menurunkan metabolisme ikan.
Kemasan: 100 gr

Hormon Reproduksi Ikan
OVAPRIM Injectable Solution (Syndel Labs)
Mengandung hormon GnRHa sebagai perangsang pelepasan telur dan Domperidone sebagai penghalang stress pada ikan. Disuntikan pada ikan. Efektif untuk menstimulasi pelepasan telur pada induk ikan betina dan menambah jumlah sperma pada induk ikan jantan. Digunakan dalam pembibitan ikan Lele, Bawal, Patin, Mas, Gurame, Koi dan ikan-ikan lainnya.
Kemasan: 10 ml
LHRHa (Syndel Labs)
Luteinizing hormone (LH) yang digunakan untuk pembibitan ikan.
Kemasan: 1 mg, 5 mg
OVAPLANT (Syndel Labs)
Dikemas dalam bentuk cartidge berisi pellet yang di implan kedalam tubuh ikan. Berguna untuk menyeragamkan waktu pemijahan, pematangan dan pelepasan telur dan menambah jumlah sperma pada berbagai jenis ikan laut dan juga ikan air tawar berukuran besar.
Kemasan: cartridge isi 24 pellet - 75 ug, 150 ug, 250 ug/pellet
CHORULON HCG (Intervet)
Hormon HCG disuntikkan ke ikan, digunakan secara sendiri atau dikombinasikan dengan hormon OVAPRIM atau LHRHa untuk menstimulasi pematangan dan pelepasan gonad pada berbagai jenis ikan.
Kemasan: 5 set per box, 1500 IU/set

Hormon Sex Reversal
17-alpha Methyl Testosterone
Menstimulasi pembentukan kelamin jantan pada populasi bibit ikan. Digunakan pada pembibitan ikan Nila dan ikan-ikan hias untuk mendapatkan hingga 97% bibit ikan jantan.
Kemasan: 3 gr, 12 gr
17-beta Estradiol (Argent Labs)
Menstimulasi pembentukan kelamin betina pada populasi bibit ikan.
Kemasan: 10 gr

Pakan Bibit
Polar Green
Pakan alami berupa Spirulina Platensis dalam bentuk powder halus. Memiliki tingkat protein tinggi serta zat penting lainnya yang berguna untuk meningkatkan tingkat kehidupan bibit, meningkatkan daya daya tahan dan mempercepat pertumbuhan bibit. Pada ikan hias juga berguna untuk mencerahkan warna ikan.
• Meningkatkan survival rate
• Meningkatkan daya tahan
• Mempercepat pertumbuhan bibit
• Bibit ikan tumbuh lebih merata
• Mengurangi kanibalisme pada bibit ikan
• Mencerahkan warna pada ikan hias
Kemasan: 500 gr
Artemia White Mountain
Artemia cyst berasal dari Salt Lake USA dengan daya tetas 85%, pakan hidup untuk bibit ikan dan udang.
Kemasan: 425 gr
Inve NRD
Pakan buatan yang diformulasikan dengan tujuan untuk meningkatkan daya cerna dan metabolisme bibit ikan.
Kemasan: 500 gr, 3 kg

Tambahan Pakan
Omega Protein
Perikanan: Cairan yang ditambahkan pada pakan. Mengandung konsentrat protein dan Omega-3 serta asam amino lainnya yang berguna untuk mempercepat pertumbuhan ikan.
Kemasan: 5 liter
Ascorbic Acid (Vitamin C) Uncoated
Kemasan: 500 gr

untuk memacu pertumbuhan ikan
 







cara membaca sidik jari


Membaca Kepribadian Manusia Dengan Melihat Pola Sidik Jari

 Banyak cara untuk mengetahui ciri sifat kepribadian seseorang.  Salah satunya adalah penggunaan tanggal lahir – seperti zodiak dan shio, jumlah nilai setiap huruf-huruf dalam sebuah nama, warna-warna kesukaan, bentuk tubuh dan raut wajah, dan lain sebagainya.
Ilmu perbintangan (astrologi) yang mendasarkan perhitungannya pada posisi bintang tertentu yang muncul di saat kelahiran seseorang – di Eropa disebut zodiak, atau membagi manusia ke dalam kelompok-kelompok binatang, seperti shio di Cina, masih digolongkan ke dalam ilmu metafisika.
Sedangkan pengklasifikasian sifat kepribadian manusia berdasarkan bentuk tubuh, raut wajah dan bagian tubuh lain seperti garis tangan dan sidik jari, dilakukan dengan metoda empirik dan studi yang berkelanjutan. Dengan mengadakan serangkaian penelitian, para ahli Dermatoglyphics kemudian menyimpulkan perbedaan-perbedaan dan menarik kesimpulan mengenai klasifikasi ciri sifat kepribadian manusia berdasarkan perbedaan pola garis tangan dan sidik jarinya.

Sejarah penggunaan sidik jari
Melihat sejumlah cap-cap tangan di dalam gua-gua prasejarah, maka ditunjukkan bahwa minat manusia terhadap tangan sudah ada sejak jaman batu.  Demikian juga dengan penemuan arkeologis berupa tangan-tangan yang dibuat dari batu, kayu dan gading oleh peradaban-peradaban di masa lampau.  Kaisar dari Cina menggunakan cap jempolnya untuk menyegel dokumen pada tahun 3000 SM.  Informasi tentang aturan dan praktek pembacaan tangan telah ditemukan di dalam skrip-skrip vedic, Injil dan tulisan di masa awal Semitic. Aristoteles (384-322 SM) menemukan sebuah risalah pada palmistri (ilmu garis telapak tangan) di sebuah perubahan untuk dewa Hermes.  Dokter-dokter Yunani, Hypocrites dan Galen (130 SM - 200) adalah yang banyak mengetahui seputar penggunaan palmistri sebagai bantuan pengobatan.  Julius Caesar (102 – 44 SM) menghakimi orang-orangnya dengan palmistri.
Sayangnya praktek palmistri ditekan oleh pihak gereja katolik dan menyebutnya sebagai praktek pemujaan setan.  Minat banyak orang telah dikekang, sehinga gereja mulai kehilangan pengaruhnya dalam pandangan masyarakat umum.  Orang-orang terkenal seperti Paracelsus (1493-1541) dan Fludd (1574-1637) kembali mengangkat kehormatan palmistri melalui tulisan mereka. Kemudian Dr. Carl Carus, dokter untuk Raja Saxony di abad ke-19 mencocokkan telapak tangan dengan kepribadian seseorang.  Kemajuan dalam ilmu genetika, psikologi dan forensik sudah mendorong palmistri ke dalam era modern.
Dermatoglyphics adalah ilmu yang mempelajari kulit telapak tangan.  Kata tersebut terdiri dari dua kata, yakni “derma” artinya kulit dan “glyphs” artinya garis-garis yang terukir.  Apabila kita sekarang berbicara tentang Dermatoglyphs, maka sebagian besar berhubungan dengan sidik jari, meskipun banyak garis-garis lainnya pada telapak tangan.
Sidik jari kita dibentuk secara utuh dalam 16 minggu setelah pembetukan janin dari embrio, dan 5 bulan penuh sebelum kita dilahirkan sidik jari tidak akan berubah lagi dengan setiap sidik jari tersusun atas 50 sampai 100 garis.
Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang.  Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds' (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897), Noel Jaquin (1958).

Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.
Tahun 1901 Scotland Yard (Kepolisian Inggris) mengadopsi teknik sidik jari ke dalam penyelidikan dan identifikasi para penjahat.  Para peneliti medis yang mempelajari pola-pola kulit (dermatoglyphics), sudah menemukan hubungan antara kelainan-kelainan genetik dan tanda-tanda tidak umum pada tangan.  Riset telah menetapkan adanya mata rantai antara pola sidik jari yang spesifik dan penyakit jantung.  Dewasa ini palmistri telah diterima dengan baik di seluruh dunia.  Peramal-peramal profesional pembaca garis telapak tangan dapat ditemukan di seluruh dunia.  Begitu juga banyak buku yang ditulis mengenai palmistri yang bisa dijadikan acuan.

4 Pola Dasar Sidik Jari, Whorl, Arch, Loop dan Triradius
Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius.  Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini.
Setiap orang mungkin saja memiliki Whorl, Arch, atau Loop di setiap ujung jari (sidik jari) yang berbeda, mungkin sebuah Triradius pada gunung dari Luna dan di bawah setiap jari, dan kebanyakan orang ada juga yang mempunyai dua Whorl atau Loop di tangan lainnya.  Pola-pola dapat juga ditemukan pada ruas kedua dan ketiga di setiap jari.

Whorl
Whorl bisa berbentuk sebuah Spiral, Bulls-eye, atau Double Loop.  Whorl adalah titik-titik menonjol dan kontras, dan bisa dilihat dengan mudah.
Cetakan Spiral dan Bulls-eye adalah persis sebangun dalam interpretasinya, namun yang kedua memberikan sedikit lebih banyak fokus.  Di mana pun di bagian tangan, Whorl menyoroti dan menekankan kepada daerah tertentu, menjadikannya sebuah wilayah fokus di dalam kehidupan subyek.

Arch
Pola ini bisa terlihat sebagai sebuah Flat Arch, atau Tented Arch.  Perhatikan setiap pola Arch menaik sangat tinggi.
Pola Arche menandakan nilai-nilai tradisional dan akhlak yang tinggi.  Di dalam hampir semua kasus, nilai-nilai moral adalah menurut sebagian orang di “masa lampau” yang mana mereka telah dipermalukan.  Orang-orang dengan pola ini mengalami kesulitan untuk melihat sifat-sifat negatif mereka sendiri, dan untuk memahami bahwa “masa lampau” yang mereka kunci di atas noda atau perasaan malu hanyalah sebuah pengalaman yang diperlukan untuk perkembangan kepribadian secara penuh.  Orang dengan Flat Arch mengikuti tradisi dengan sedikit pemikiran mandiri, sedangkan orang dengan pola Tented Arch mengungkapkan suatu kedalaman intelektual.

Loop
Loop dapat menaik ke arah ujung jari, atau menjatuh ke arah pergelangan tangan.  Common Loop bergerak ke arah ibu jari, sementara Radial Loop (Loop terbalik) bergerak mengarahkan ujung pemukulnya ke sisi lengan.
Loop Umum (Common Loop)
Tipe paling umum dari sidik jari adalah Common Loop.  Cetakan ini mengungkap kemampuan untuk menggunakan berbagai ide dari berbagai sumber ide, dan mencampurnya dengan gaya yang unik.
Loop mengungkapkan seorang “pengikut” yang alami.  Keinginan untuk memimpin orang lain lebih sering muncul, tapi bukan berarti setiap orang dengan Common Loop memiliki kemampuan untuk memimpin.
Loop Memusat (Radial Loop)
Sebuah cetakan menukik yang memasuki dan berangkat dari sisi ibu jari tangan disebut Radial Loop (kadang-kadang disebut Reverse Loop, atau Inventor Loop).  Jika Common Loop menunjukkan campuran gaya-gaya lain, Radial Loop mengungkapkan kemampuan untuk menciptakan sebuah gaya atau sistem yang sama sekali baru.  Orang ini mempunyai ingatan visual yang tajam, mampu mengingat tidak hanya gambaran-gambaran, tapi juga tindakan-tindakan dan emosi-emosi yang menyertai gambaran-gambaran tadi.  Seperti halnya semua tanda yang lain, Radial Loop berlaku bagi bidang apapun atau jari yang di atasnya ditemukan tanda itu.
Double Loop
Double Loop kebanyakan disalahpahami oleh hampir semua penandaan Dermatoglyphic.  Pada umumnya, menginterpretasikan Double Loop sama seperti dengan Whorl-whorl yang lain, dengan perbedaan utama: Hingga kepribadian yang dikembangkan akan cenderung dengan kuat ke arah pernyataan yang dilebih-lebihkan, manipulasi, dan tindakan-tindakan bersifat subversif di dalam wilayah kehidupan.  Sebagai contoh, seseorang dengan Double Loop pada kedua ibu jarinya mungkin di dalam awal kehidupannya menggunakan penipuan untuk membantu mewujudkan keinginan mereka terhadap yang lain.  Pemilik garis tangan ini tertarik ke arah karier yang dramatis, yang dengan usaha biasa dapat diwujudkan dengan mudah.
Triradius
Triradius (juga disebut “Delta”) dapat digunakan untuk menunjuk dengan tepat pusat dari setiap gunung.  Gunung-gunung itu kemudian bisa dilihat sebagai terpusat, kecenderungan, atau berpindah.
Ciri kepribadian menurut pola sidik jari
1. Sidik jari berpola Whorl
Jari telunjuk –“Anugerah Persepsi”. Individu dengan pola ini hampir mustahil untuk menipu atau berbohong.  Mereka secara umum mengalami masa kanak-kanak yang sangat tidak bahagia.  Mereka hanya bisa melihat dengan sangat jelas penipuan-penipuan dan kepura-puraan orang lain, termasuk orang tua mereka sendiri.
Jari Tengah –“Anugerah Organisasi”.  Pemilik pola ini dapat melihat penggolongan-penggolongan dan hubungan-hubungannya pada hampir semua orang.  Mereka akan menggolongkan orang-orang dan kejadian dalam tipe-tipe khusus tertentu.  Mereka bersifat sangat curiga, dan senang membongkar atau menyelidiki “rahasia-rahasia.
Jari Manis –“Anugerah Pembedaan”.  Sebuah kemampuan untuk menyoroti kekurangan-kekurangan di dalam setiap rencana, desain, konsep, atau orang per orang.  Suatu kecenderungan yang kuat ke arah kesempurnaan (perfeksionis), terutama dalam pekerjaannya sendiri.  Orang ini tidak bisa memaklumi sebuah gambar yang tergantung sedikit miring.
Jari Kelingking –“Anugerah Komunikasi”.  Meski biasanya malu sendiri dan menahan diri, mereka ini mempunyai anugerah berupa kepandaian berbicara dan menulis kata.  Ahli pidato alami, yang mempunyai kemampuan untuk bergerak dan mengilhami orang lain dengan kekuatan suaranya.  Satu karateristik yang menarik adalah penempatan pandangan-pandangan spiritualnya.  Mereka tidak akan pernah mengikuti dogma dari agama apa pun, tetapi mempunyai filsafat sendiri yang unik di mana mereka sangat meyakininya.
Ibu Jari –“Anugerah Kekuatan Kehendak”.  Pola ini mengungkapkan kepemimpinan alami dengan kemampuan yang kuat untuk memerintah orang lain.  Mereka akan mendominasi setiap situasi dengan kemampuan memikat yang tak bisa dipisahkan.  Terdapat kecenderungan yang kuat ke arah pandangan totaliter atau diktator, terutama terhadap anak-anak mereka.
2. Sidik jari berpola Radial Loop
Jari telunjuk - Seseorang yang mengekspresikan Ego mereka dengan cara yang unik.  Cetakan tunggal di tangan yang dominan mengungkapkan sifat bekerja mandiri adalah satu-satunya jalan untuk pemenuhan pribadi.
Jari Tengah - Orang yang menggunakan pikirannya dengan cara uniknya sendiri.  Mereka adalah pencipta yang besar, dengan kreativitas yang tinggi, juga mempunyai kemampuan untuk mengendalikan sistem otonom mereka sendiri, seperti denyut jantung, pencernaan, dan lain-lain dengan pikiran mereka.
Jari Manis - Seseorang yang menciptakan emosi mereka sendiri serta respon-respon emosionalnya.  Orang lain tidak pernah benar-benar bisa memahami individu ini, karena tidak bisa memahami emosi atau respon-responnya yang tidak pernah dialami orang lain.  Akhirnya, mereka tidak pernah merasa “sesuai” dengan masyarakatnya, tetapi hidup mereka diatur oleh usaha yang tetap.  Isu ketakutan dan kesepian harus diberdayakan untuk mencapai pemenuhan.
Jari kelingking - Sangat jarang sekali.  Pola ini mengindikasikan seseorang yang menciptakan pandangan-pandangan religius dan kerohanian mereka sendiri.  Dan ini tidak akan bercampur dengan filsafat-filsafat lain yang paling umum, tetapi akan menjadi sebuah agama yang didasarkan pada konsep-konsep yang sama sekali baru.

3. Sidik jari berpola Arch
Jari telunjuk - Orang yang mempunyai pandangan tradisional mengenai ambisi, karier, dan kepemimpinan mereka sendiri.  Mereka percaya bahwa mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, menyimpan uangnya, dan menginvestasikannya untuk masa depan mereka. “Masa lampau” mereka berada dalam bidang-bidang seperti hidup tanpa dengan banyak partner dan tingkat kekaguman pada diri sendiri yang rendah (memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, gangguan mental karena makanan, dan wujud-wujud lain dari penganiayaan terhadap diri sendiri).
Jari Tengah – Nilai-nilai tradisional mengenai pikiran.  Untuk orang-orang ini, pendidikan adalah satu-satunya cara menuju sukses. “Masa lampau" mereka berada dalam bidang-bidang seperti penyalahgunaan obat dan memanipulasi orang lain.
Jari Manis – Nilai-nilai tradisional yang bersinggungan kepada emosi (laki-laki tidak boleh menangis, dan lain-lain). “Masa lampau" mereka adalah ketiadaan stabilitas emosional mereka sebelumnya.
Jari kelingking – Nilai-nilai tradisional mengenai komunikasi, agama, dan seks.  Mereka adalah satu-satunya kelompok orang yang akan sungguh mengikuti dogma setiap agama tertentu, tanpa menyesuaikannya pada standar mereka sendiri.  “Masa lampau” mereka adalah hidup dengan banyak partner atau ketiadaan kerohanian, tetapi hanya karena dipersepsikan sebagai “pewarnaan” jiwa.
Ibu jari – Nilai-nilai tradisional dalam menerima nafsu dan keinginan.  Bahkan setelah kepribadian berkembang, masih ada kecenderungan yang kuat ke arah sikap-sikap dominasi. “Masa lampau” mereka adalah ketika mereka terjatuh menjadi mangsa nafsu dan keinginan-keinginan mereka, dengan sedikit pemikiran untuk menolak masa depan.
Ketika pola arch ditemukan pada jari telunjuk dan jari tengah, maka terdapat akal yang sangat dalam.  Namun kadang-kadang melambat untuk menyerap konsep-konsep, hal ini karena kerinduan pokok materi suatu pemahaman yang lengkap, daripada sekedar suatu genggaman dangkal dari pengetahuan.
Tes sidik jari (Fingerprint Test) untuk melihat bakat tersembunyi
Akhir-akhir ini muncul trend baru para orang tua melakukan test sidik jari (fingerprint test) pada anak-anaknya, dengan maksud mengetahui bakat-bakat (talenta) terpendam pada diri mereka. 
Test dilakukan dengan melakukan pemindaian dan merekam gambar sidik jari, kemudian hasilnya akan dianalisa oleh analis Fingerprint Test. Secara garis besar, jari kelingking menggambarkan penglihatan, jari manis untuk pendengaran, jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan, serta koordinasi tangan dan kaki, jari telunjuk untuk proses informasi – tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran, dan ibu jari untuk berpikir serta membuat keputusan.
Namun di warta ini kita hanya membahas mengenai kepribadian seseorang dan klasifikasinya menurut pola sidik jarinya, bukan mengenai bakat atau talenta yang mungkin tersembunyi dan dicirikan oleh pola sidik jarinya.


Apa Gaya Belajar Anak Anda?

1. Tipe Visual
- Lebih mudah mengingat dengan melihat.
- Lebih suka membaca.
- Lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar.
- Peka akan warna dan cukup paham akan artistik.
- Duduk tenang saat belajar di tengah situasi ribut dan ramai tanpa merasa terganggu.
- Tertarik pada seni lukis, pahat, dan gambar.
- Melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang mengajar.
- Mudah menghafal tempat dan lokasi.

* Kendala Tipe Visual
- Tak suka berbicara di depan kelompok atau mendengarkan orang lain.
- Tahu apa yang harus dikatakan, tapi tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
- Terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan tak terbaca.
- Sering kali lupa jika menyampaikan pesan verbal kepada orang lain.
- Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
- Agak sulit menyimak dan memahami isi pembicaraan.

* Cara Menstimulasi
- Gunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran.
- Perangkat grafis bisa berupa film, slide, ilustrasi, coretan, atau kartu gambar.
- Mintalah untuk membayangkan obyek atau materi yang sedang dipelajari.

2. Tipe Auditory
- Mudah ingat apa yang didengar.
- Senang dibacakan atau mendengarkan.
- Pandai bercerita dan senang membaca dengan suara keras.
- Lebih menyukai humor lisan ketimbang membaca buku.
- Senang berdiskusi, bicara, atau menjelaskan secara panjang-lebar.
- Menyenangi seni musik.
- Mudah mempelajari bahasa asing.

* Kendala
- Cenderung banyak omong.
- Tak bisa belajar dalam suasana berisik.
- Kurang tertarik pada hal-hal baru.

* Cara Menstimulasi
- Bekali tape recorder untuk merekam semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
- Libatkan diri dalam kegiatan diskusi.
- Lakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.
- Rekamlah ide dan pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan.

3. Tipe Kinestetik
- Gemar menyentuh segala sesuatu.
- Aktif mengerjakan sesuatu yang memakai tangannya.
- Suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar.
- Menyukai gerak fisik dan memiliki koordinasi tubuh yang baik.
- Membaca dengan menunjuk kata-kata dengan jari tangan.
- Menghafal sesuatu dengan melihat langsung.
- Unggul dalam pelajaran olahraga.
- Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu (peragaan) ketimbang penjelasan.
- Cenderung menggunakan gerak tubuh untuk mengungkapkan sesuatu.

* Kendala
- Sulit mempelajari hal abstrak, seperti matematika atau peta.
- Tak bisa belajar di sekolah yang bergaya konvensional.
- Energinya cukup tinggi, dan jika tidak disalurkan, akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya.

* Cara Menstimulasi
- Masukkan ke sekolah yang menganut sistem active learning.
- Belajar memakai model peraga, misal belajar di laboratorium.
- Diberikan aktivitas fisik, seperti olahraga atau menari.

Selasa, 02 November 2010

dosis obat

ALLOPURINOL
Awal: 100 mg oral sekali sehari.
Pemeliharaan: 200 sampai 300 mg (asam urat ringan) secara oral sekali sehari atau 400 sampai 600 mg / hari (agak asam urat tophaceous parah) dalam dosis terbagi

Apakah amoksisilin?
Amoksisilin adalah penisilin antibiotik. Ini perkelahian bakteri dalam tubuh Anda.
Amoksisilin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi telinga, infeksi kandung kemih, pneumonia, gonore, dan E. coli atau infeksi salmonella. Amoksisilin juga kadang-kadang digunakan bersama dengan yang lain yang disebut antibiotik clarithromycin (Biaxin) untuk mengobati sakit maag yang disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori.. Kombinasi ini kadang-kadang digunakan dengan peredam asam lambung disebut lansoprazole (Prevacid).
. Amoksisilin dapat juga digunakan untuk tujuan tidak tercantum dalam panduan pengobatan.
Informasi penting tentang amoksisilin
Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap amoksisilin atau kepada antibiotik penisilin lain, seperti ampisilin (Omnipen, Principen), dicloxacillin (Dycill, Dynapen), oksasilin (Bactocill), penisilin (Beepen-VK, VK Ledercillin, Pen- V, Pen-Vee K, Pfizerpen, V-Cillin K, Veetids), dan lain-lain.
Sebelum menggunakan amoksisilin, beritahu dokter Anda jika Anda alergi terhadap sefalosporin seperti Omnicef, Cefzil, Ceftin, Keflex, dan lain-lain.. Juga memberi tahu dokter Anda jika Anda memiliki asma, hati atau penyakit ginjal, perdarahan atau gangguan pembekuan darah, mononukleosis (juga disebut "mono"), atau jenis alergi.
Amoksisilin dapat membuat pil KB kurang efektif. Tanyakan kepada dokter Anda tentang menggunakan metode non-hormon kontrol kelahiran (seperti, diafragma spermisida kondom,) untuk mencegah kehamilan saat mengambil amoxicillin. Ambil obat ini untuk jangka waktu yang ditentukan penuh. gejala Anda mungkin meningkatkan sebelum infeksi benar-benar dihapus. Amoksisilin tidak akan mengobati infeksi virus seperti pilek atau flu Jangan berbagi obat dengan orang lain, bahkan jika mereka memiliki gejala yang sama yang Anda miliki.
obat antibiotik dapat menyebabkan diare, yang mungkin merupakan tanda infeksi baru.. Jika Anda memiliki diare yang berair atau berdarah, berhenti minum amoksisilin dan hubungi dokter Anda. Jangan gunakan obat anti-diare kecuali dokter Anda memberitahu Anda.
Sebelum mengambil amoksisilin
Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap amoksisilin atau kepada antibiotik penisilin lain, seperti:
  • ampicillin (Omnipen, Principen); ampisilin (Omnipen, Principen);
  • dicloxacillin (Dycill, Dynapen); dicloxacillin (Dycill, Dynapen);
  • oxacillin (Bactocill); or oksasilin (Bactocill); atau
  • penicillin (Bicillin CR, PC Pen VK, Pen-V, Pfizerpen, and others). penisilin (Bicillin CR, PC Pen VK, Pen-V, Pfizerpen, dan lain-lain).
Untuk memastikan Anda dapat dengan aman mengambil amoksisilin, beritahu dokter Anda jika Anda alergi pada obat apa pun (terutama sefalosporin seperti Omnicef, Cefzil, Ceftin, Keflex, dan lain-lain), atau jika Anda memiliki salah satu kondisi lain:
  • asthma; asma;
  • liver disease; penyakit hati;
  • kidney disease; penyakit ginjal;
  • mononucleosis (also called "mono"); mononukleosis (juga disebut "mono");
  • a history of diarrhea caused by taking antibiotics; or sejarah diare yang disebabkan oleh minum antibiotik, atau
  • a history of any type of allergy. sejarah dari setiap jenis alergi.
FDA kehamilan kategori B. Amoksisilin diperkirakan tidak membahayakan bayi yang belum lahir.. Katakan kepada dokter Anda jika Anda sedang hamil atau merencanakan untuk hamil selama pengobatan.. Amoksisilin dapat membuat pil KB kurang efektif.. Tanyakan kepada dokter Anda tentang menggunakan metode non-hormon kontrol kelahiran (seperti, diafragma spermisida kondom,) untuk mencegah kehamilan saat mengambil amoxicillin.. Amoksisilin dapat masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi yang masih menyusu.. Jangan gunakan obat ini tanpa memberitahu dokter Anda jika Anda menyusui bayi.

Dosis Dewasa biasa untuk Bronchitis

250 sampai 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7 sampai 10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan

Dosis Dewasa biasa untuk Tonsilitis / Faringitis

Segera-rilis: 250 sampai 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7 sampai 10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan
Extended-release: 775 mg oral sekali sehari dalam waktu 1 jam setelah makan selama 10 hari, karena infeksi sekunder untuk pyogenes Streptococcus

SIMVASTATIN

Dosis simvastatin Informasi

Dosis Dewasa Simvastatin biasa untuk Hiperlipidemia:
Dosis awal: 5 sampai 10 mg sekali sehari di malam hari.
Dosis pemeliharaan: 5 sampai 80 mg sekali sehari di malam hari.
Dosis biasa Simvastatin Pediatric untuk Hiperkolesterolemia familial heterozigot:
10 sampai 17 tahun:
Dosis awal: 10 mg sekali sehari di malam hari.
Dosis pemeliharaan: 10 sampai 40 mg / hari (dosis maksimum yang dianjurkan adalah 40 mg / hari).

PARASETAMOL

Parasetamol Dosis Informasi

Parasetamol Dosis Dewasa biasa untuk Demam:
Pedoman Umum Dosis: 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg setiap 6 sampai 8 jam secara lisan atau dubur.
Parasetamol 500mg tablet: Dua tablet 500 mg oral setiap 4 sampai 6 jam
Parasetamol Dosis Dewasa biasa untuk Sakit:
Pedoman Umum Dosis: 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg setiap 6 sampai 8 jam secara lisan atau dubur.
Parasetamol 500mg tablet: Dua tablet 500 mg oral setiap 4 sampai 6 jam
Biasa Pediatric Dosis untuk Demam:
Oral atau rektal:
<=1 bulan: 10 sampai 15 mg / kg / dosis setiap 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan.

> 1 bulan sampai 12 tahun: 10 sampai 15 mg / kg / dosis setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan (Maksimum: 5 dosis dalam 24 jam)

Demam: 4 bulan sampai 9 tahun: Dosis awal: 30 mg / kg (Diriwayatkan oleh satu studi (n = 121) untuk lebih efektif dalam mengurangi demam dari 15 mg / kg dosis pemeliharaan dengan tidak ada perbedaan tentang toleransi klinis.)

> = 12 tahun: 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg setiap 6 sampai 8 jam.
Biasa Pediatric Dosis untuk Sakit:
Oral atau rektal:
<= 1 bulan: 10 sampai 15 mg / kg / dosis setiap 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan.

> 1 bulan sampai 12 tahun: 10 sampai 15 mg / kg / dosis setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan (Maksimum: 5 dosis dalam 24 jam)

Demam: 4 bulan sampai 9 tahun: Dosis awal: 30 mg / kg (Diriwayatkan oleh satu studi (n = 121) untuk lebih efektif dalam mengurangi demam dari 15 mg / kg dosis pemeliharaan dengan tidak ada perbedaan tentang toleransi klinis.)

> = 12 tahun: 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam atau 1000 mg setiap 6 sampai 8 jam.

Dosis Dewasa biasa untuk Demam Tifoid

500 mg oral setiap 12 jam selama 10 hari

Biasa Dewasa Dosis untuk Infeksi Saluran Kemih

Tanpa komplikasi (sistitis): 250 mg oral setiap 12 jam selama 3 hari atau 500 mg extended-release setiap 24 jam selama 3 hari
Ringan sampai sedang: 250 mg oral setiap 12 jam selama 7 sampai 14 hari atau 200 mg IV setiap 12 jam
Complicated: 500 mg orally every 12 hours or 1000 mg extended-release every 24 hours or 400 mg IV every 12 hours for 7 to 14 days Rumit: 500 mg oral setiap 12 jam atau 1000 mg extended-release setiap 24 jam atau 400 mg IV setiap 12 jam selama 7 sampai 14 hari

Dosis Dewasa biasa untuk Bronchitis

500-750 mg oral atau 400 mg IV setiap 8 sampai 12 jam selama 7 sampai 14 hari

Biasa Dewasa Dosis untuk Infeksi Bersama

Ringan sampai sedang: 500 mg oral atau 400 mg IV setiap 12 jam selama minimal 4 sampai 6 minggu
Berat: 750 mg oral setiap 12 jam atau 400 mg IV setiap 8 jam selama minimal 4 sampai 6 minggu 


Dosis Dewasa biasa untuk Herpes Simplex - Host mukokutan / imunokompeten
Episode awal atau terapi intermiten: 200 mg oral setiap 4 jam (5 kali sehari) selama 10 hari
Atau, US Centers for Disease Control dan Pencegahan (CDC) merekomendasikan 400 mg secara oral 3 kali sehari atau 200 mg oral 5 kali sehari selama 7 sampai 10 hari.

Berulang episode: 200 mg oral setiap 4 jam (5 kali sehari) selama 5 hari
Atau, CDC merekomendasikan 400 mg secara oral 3 kali sehari selama 5 hari, 800 mg secara oral dua kali sehari selama 5 hari, atau 800 mg secara oral 3 kali sehari selama 2 hari.

Infeksi HSV Orolabial pengobatan: 400 mg oral 5 kali sehari selama 5 hari

IV : IV:
Berat awal episode: 5 sampai 10 mg / kg IBW IV setiap 8 jam selama 5 sampai 7 hari

Terapi harus dimulai pada awal tanda atau gejala infeksi primer (episode awal) atau pengulangan.
Host Dosis Dewasa biasa untuk Herpes Simplex - mukokutan / Host kekebalan
Treatment : Pengobatan:
Oral: 400 mg orally every 8 hours for 7 to 14 days Oral: 400 mg oral setiap 8 jam selama 7 sampai 14 hari
IV: 5 mg/kg IV every 8 hours for 7 to 14 days IV: 5 mg / kg IV setiap 8 jam selama 7 sampai 14 hari
Pengobatan dosis yang dianjurkan oleh CDC.

Episodik wabah: 200 mg oral setiap 4 jam (5 kali sehari) selama 5 sampai 10 hari
Atau, CDC merekomendasikan 400 mg secara oral 3 kali sehari selama 5 sampai 10 hari atau 7 sampai 14 hari

Infeksi HSV Orolabial pengobatan:
Terinfeksi HIV pasien: 400 mg 3 kali sehari selama 7 sampai 14 hari, dosis yang dianjurkan oleh CDC

Terapi harus dimulai pada awal tanda atau gejala infeksi primer (episode awal) atau pengulangan. Terapi intravena diindikasikan untuk pengobatan infeksi primer pada pasien immunocompromised atau pasien dengan infeksi berat.

Dosis Dewasa biasa untuk Ensefalitis Herpes Simplex
10 sampai 15 mg / kg IBW IV setiap 8 jam selama 10 sampai 21 hari
Dosis Dewasa biasa untuk Herpes Simplex - Penekanan
Chronic suppressive therapy : Kronis menekan Terapi:
Imunokompeten pasien: 400 mg secara oral dua kali sehari, alternatif, 200 mg secara oral 3 sampai 5 kali sehari dapat digunakan
Pasien yang terinfeksi HIV: 200 mg secara oral 3 kali sehari atau 400 mg oral 2 kali sehari
Pasien yang terinfeksi HIV, herpes genital: 400 sampai 800 mg oral 2 sampai 3 kali sehari

Keamanan dan kemanjuran terapi asiklovir harian penekan telah didokumentasikan di antara pasien yang diobati secara lisan sampai enam tahun.. Namun, karena frekuensi dan tingkat keparahan rekurensi dapat berubah dari waktu ke waktu, pasien harus dievaluasi setelah satu tahun terapi untuk menilai kebutuhan untuk administrasi lanjutan.

Harian terapi supresi mengurangi tapi tidak menghilangkan virus asimtomatik sejauh shedding, sehingga yang mungkin mencegah penularan infeksi kepada orang lain tidak diketahui.
Dosis Dewasa biasa untuk Herpes Zoster
Acute herpes zoster : Akut herpes zoster:
800 mg oral setiap 4 jam (5 kali sehari) selama 7 sampai 10 hari
Parah, immunocompromised host: 10 mg / kg IBW IV setiap 8 jam selama 7 sampai 14 hari

Terapi harus dimulai dalam 72 jam setelah onset ruam, walaupun, selama uji klinis, asiklovir yang paling efektif bila dimulai dalam 48 jam pertama.
Dosis Dewasa biasa untuk Varicella-Zoster
Chickenpox : Cacar:
Imunokompeten host: 800 mg secara oral empat kali sehari selama 5 hari

Immunocompromised host: 10 mg / kg IBW IV setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari atau sampai tidak ada lesi baru selama 48 jam; setelah demam mereda dan jika tidak ada bukti keterlibatan visceral, pasien mungkin akan beralih ke 800 mg oral empat kali sehari

Terapi harus dimulai pada tanda awal cacar air, tidak lebih dari 24 jam setelah onset dari ruam.

Biasa Pediatric Dosis untuk Herpes Simplex
Neonatal HSV infection : Neonatal HSV infeksi:
Kurang dari 3 bulan: 10 sampai 20 mg / kg atau 500 mg/m2 IV setiap 8 jam selama 10 sampai 21 hari
Beberapa dokter menyarankan 10 mg / kg setiap 12 jam untuk bayi prematur.
3 bulan sampai 11 tahun:
Episode awal: 10 sampai 20 mg / kg secara oral 4 kali sehari atau 8 sampai 16 mg / kg secara oral 5 kali sehari selama 7 sampai 10 hari
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan 40 sampai 80 mg / kg secara oral per hari dalam 3 sampai 4 dosis terbagi selama 5 sampai 10 hari.
Maksimum dosis: 1 g per hari

12 tahun atau lebih, lebih dari 40 kg:
Awal episode, episode awal yang parah, dan episode berulang: Dosis Dewasa
Biasa Pediatric Dosis untuk Herpes Simplex - mukokutan / Host kekebalan
Pengobatan infeksi HSV mukokutan:
Oral: 1 g secara oral per hari dalam 3 sampai 5 dosis terbagi selama 7 sampai 14 hari, dosis yang dianjurkan oleh AAP

IV:
3 bulan sampai 11 tahun: 5 sampai 10 mg / kg atau 250 sampai 500 setiap mg/m2 IV 8 jam selama 7 sampai 14 hari
12 tahun atau lebih, lebih dari 40 kg: Dosis Dewasa
Biasa Pediatric Dosis untuk Ensefalitis Herpes Simplex
3 bulan sampai 11 tahun: 10 sampai 20 mg / kg atau 500 mg/m2 IV setiap 8 jam selama 10 sampai 21 hari
12 tahun atau lebih: dosis dewasa


Biasa Pediatric Dosis untuk Herpes Simplex - Penekanan
Oral:
Kurang dari 12 tahun: 80 mg / kg / hari oral dalam dosis terbagi 3 sampai 4 kali sehari, tidak melebihi 1 g / hari
12 tahun atau lebih: dosis dewasa

Immunocompromised host: 5 mg / kg IV setiap 8 atau 12 jam atau 250 mg/m2 IV setiap 8 jam selama periode risiko

Profilaksis asiklovir oral direkomendasikan oleh US Public Health Service dan Infeksi Penyakit Masyarakat Amerika untuk terapi penekan kronis pada orang yang terinfeksi HIV, termasuk bayi dan anak-anak, dengan sering kambuh atau parah. Harian terapi supresi mengurangi tapi tidak menghilangkan virus asimtomatik sejauh shedding, sehingga yang mungkin mencegah penularan infeksi kepada orang lain tidak diketahui.
Biasa Pediatric Dosis untuk Herpes Zoster
Oral:
Imunokompeten host:
12 tahun atau lebih: 800 mg oral setiap 4 jam (5 kali sehari) selama 5 sampai 10 hari

Terinfeksi HIV host: 20 mg / kg (sampai 800 mg per dosis) oral 4 kali sehari selama 7 sampai 10 hari, dosis yang dianjurkan oleh CDC

IV:
Imunokompeten host:
Kurang dari 1 tahun: 10 mg / kg IV setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari
1 tahun sampai 11 tahun: 10 sampai 20 mg / kg atau 500 mg/m2 IV setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari
12 tahun atau lebih: dosis dewasa

Immunocompromised host:
Kurang dari 12 tahun: 10 sampai 20 mg / kg IV setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari
12 tahun atau lebih: 10 mg IV kg / setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari

Terapi harus dimulai dalam 72 jam setelah onset ruam, walaupun, selama uji klinis, asiklovir yang paling efektif bila dimulai dalam 48 jam pertama.
Biasa Pediatric Dosis untuk Varicella-Zoster
Cacar:
Imunokompeten host:
2 tahun atau lebih, 40 kg atau kurang: 20 mg / kg secara oral 4 kali sehari selama 5 hari (maksimum: 3200 mg / hari)
2 tahun atau lebih, lebih dari 40 kg: Dosis Dewasa

Immunocompromised host:
Oral:
Terinfeksi HIV host: 20 mg / kg (sampai 800 mg per dosis) oral 4 kali sehari selama 7 hari atau sampai tidak ada lesi baru selama 48 jam

IV:
Kurang dari 1 tahun: 10 mg / kg setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari atau sampai tidak ada lesi baru selama 48 jam
1 tahun sampai 12 tahun: 10 sampai 20 mg / kg atau 500 mg/m2 IV setiap 8 jam selama 7 sampai 10 hari atau sampai tidak ada lesi baru selama 48 jam
12 tahun atau lebih: dosis dewasa

Terapi harus dimulai pada tanda awal cacar air, tidak lebih dari 24 jam setelah onset dari ruam.