Kamis, 11 November 2010

cara membaca sidik jari


Membaca Kepribadian Manusia Dengan Melihat Pola Sidik Jari

 Banyak cara untuk mengetahui ciri sifat kepribadian seseorang.  Salah satunya adalah penggunaan tanggal lahir – seperti zodiak dan shio, jumlah nilai setiap huruf-huruf dalam sebuah nama, warna-warna kesukaan, bentuk tubuh dan raut wajah, dan lain sebagainya.
Ilmu perbintangan (astrologi) yang mendasarkan perhitungannya pada posisi bintang tertentu yang muncul di saat kelahiran seseorang – di Eropa disebut zodiak, atau membagi manusia ke dalam kelompok-kelompok binatang, seperti shio di Cina, masih digolongkan ke dalam ilmu metafisika.
Sedangkan pengklasifikasian sifat kepribadian manusia berdasarkan bentuk tubuh, raut wajah dan bagian tubuh lain seperti garis tangan dan sidik jari, dilakukan dengan metoda empirik dan studi yang berkelanjutan. Dengan mengadakan serangkaian penelitian, para ahli Dermatoglyphics kemudian menyimpulkan perbedaan-perbedaan dan menarik kesimpulan mengenai klasifikasi ciri sifat kepribadian manusia berdasarkan perbedaan pola garis tangan dan sidik jarinya.

Sejarah penggunaan sidik jari
Melihat sejumlah cap-cap tangan di dalam gua-gua prasejarah, maka ditunjukkan bahwa minat manusia terhadap tangan sudah ada sejak jaman batu.  Demikian juga dengan penemuan arkeologis berupa tangan-tangan yang dibuat dari batu, kayu dan gading oleh peradaban-peradaban di masa lampau.  Kaisar dari Cina menggunakan cap jempolnya untuk menyegel dokumen pada tahun 3000 SM.  Informasi tentang aturan dan praktek pembacaan tangan telah ditemukan di dalam skrip-skrip vedic, Injil dan tulisan di masa awal Semitic. Aristoteles (384-322 SM) menemukan sebuah risalah pada palmistri (ilmu garis telapak tangan) di sebuah perubahan untuk dewa Hermes.  Dokter-dokter Yunani, Hypocrites dan Galen (130 SM - 200) adalah yang banyak mengetahui seputar penggunaan palmistri sebagai bantuan pengobatan.  Julius Caesar (102 – 44 SM) menghakimi orang-orangnya dengan palmistri.
Sayangnya praktek palmistri ditekan oleh pihak gereja katolik dan menyebutnya sebagai praktek pemujaan setan.  Minat banyak orang telah dikekang, sehinga gereja mulai kehilangan pengaruhnya dalam pandangan masyarakat umum.  Orang-orang terkenal seperti Paracelsus (1493-1541) dan Fludd (1574-1637) kembali mengangkat kehormatan palmistri melalui tulisan mereka. Kemudian Dr. Carl Carus, dokter untuk Raja Saxony di abad ke-19 mencocokkan telapak tangan dengan kepribadian seseorang.  Kemajuan dalam ilmu genetika, psikologi dan forensik sudah mendorong palmistri ke dalam era modern.
Dermatoglyphics adalah ilmu yang mempelajari kulit telapak tangan.  Kata tersebut terdiri dari dua kata, yakni “derma” artinya kulit dan “glyphs” artinya garis-garis yang terukir.  Apabila kita sekarang berbicara tentang Dermatoglyphs, maka sebagian besar berhubungan dengan sidik jari, meskipun banyak garis-garis lainnya pada telapak tangan.
Sidik jari kita dibentuk secara utuh dalam 16 minggu setelah pembetukan janin dari embrio, dan 5 bulan penuh sebelum kita dilahirkan sidik jari tidak akan berubah lagi dengan setiap sidik jari tersusun atas 50 sampai 100 garis.
Para peneliti menemukan epidermal ridge memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang.  Penelitian dimulai oleh Govard Bidloo pada tahun 1685. Lalu, berturut-turut dilakukan oleh Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds' (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897), Noel Jaquin (1958).

Beryl B. Hutchinson tahun 1967 menulis buku berjudul Your Life in Your Hands, sebuah buku tentang analisis tangan. Terakhir, hasil penelitian Beverly C. Jaegers (1974), sidik jari tercermin dalam karakteristik dan psikologi seseorang. Hasil penelitian mereka telah dibuktikan di bidang antropologi dan kesehatan.
Tahun 1901 Scotland Yard (Kepolisian Inggris) mengadopsi teknik sidik jari ke dalam penyelidikan dan identifikasi para penjahat.  Para peneliti medis yang mempelajari pola-pola kulit (dermatoglyphics), sudah menemukan hubungan antara kelainan-kelainan genetik dan tanda-tanda tidak umum pada tangan.  Riset telah menetapkan adanya mata rantai antara pola sidik jari yang spesifik dan penyakit jantung.  Dewasa ini palmistri telah diterima dengan baik di seluruh dunia.  Peramal-peramal profesional pembaca garis telapak tangan dapat ditemukan di seluruh dunia.  Begitu juga banyak buku yang ditulis mengenai palmistri yang bisa dijadikan acuan.

4 Pola Dasar Sidik Jari, Whorl, Arch, Loop dan Triradius
Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius.  Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini.
Setiap orang mungkin saja memiliki Whorl, Arch, atau Loop di setiap ujung jari (sidik jari) yang berbeda, mungkin sebuah Triradius pada gunung dari Luna dan di bawah setiap jari, dan kebanyakan orang ada juga yang mempunyai dua Whorl atau Loop di tangan lainnya.  Pola-pola dapat juga ditemukan pada ruas kedua dan ketiga di setiap jari.

Whorl
Whorl bisa berbentuk sebuah Spiral, Bulls-eye, atau Double Loop.  Whorl adalah titik-titik menonjol dan kontras, dan bisa dilihat dengan mudah.
Cetakan Spiral dan Bulls-eye adalah persis sebangun dalam interpretasinya, namun yang kedua memberikan sedikit lebih banyak fokus.  Di mana pun di bagian tangan, Whorl menyoroti dan menekankan kepada daerah tertentu, menjadikannya sebuah wilayah fokus di dalam kehidupan subyek.

Arch
Pola ini bisa terlihat sebagai sebuah Flat Arch, atau Tented Arch.  Perhatikan setiap pola Arch menaik sangat tinggi.
Pola Arche menandakan nilai-nilai tradisional dan akhlak yang tinggi.  Di dalam hampir semua kasus, nilai-nilai moral adalah menurut sebagian orang di “masa lampau” yang mana mereka telah dipermalukan.  Orang-orang dengan pola ini mengalami kesulitan untuk melihat sifat-sifat negatif mereka sendiri, dan untuk memahami bahwa “masa lampau” yang mereka kunci di atas noda atau perasaan malu hanyalah sebuah pengalaman yang diperlukan untuk perkembangan kepribadian secara penuh.  Orang dengan Flat Arch mengikuti tradisi dengan sedikit pemikiran mandiri, sedangkan orang dengan pola Tented Arch mengungkapkan suatu kedalaman intelektual.

Loop
Loop dapat menaik ke arah ujung jari, atau menjatuh ke arah pergelangan tangan.  Common Loop bergerak ke arah ibu jari, sementara Radial Loop (Loop terbalik) bergerak mengarahkan ujung pemukulnya ke sisi lengan.
Loop Umum (Common Loop)
Tipe paling umum dari sidik jari adalah Common Loop.  Cetakan ini mengungkap kemampuan untuk menggunakan berbagai ide dari berbagai sumber ide, dan mencampurnya dengan gaya yang unik.
Loop mengungkapkan seorang “pengikut” yang alami.  Keinginan untuk memimpin orang lain lebih sering muncul, tapi bukan berarti setiap orang dengan Common Loop memiliki kemampuan untuk memimpin.
Loop Memusat (Radial Loop)
Sebuah cetakan menukik yang memasuki dan berangkat dari sisi ibu jari tangan disebut Radial Loop (kadang-kadang disebut Reverse Loop, atau Inventor Loop).  Jika Common Loop menunjukkan campuran gaya-gaya lain, Radial Loop mengungkapkan kemampuan untuk menciptakan sebuah gaya atau sistem yang sama sekali baru.  Orang ini mempunyai ingatan visual yang tajam, mampu mengingat tidak hanya gambaran-gambaran, tapi juga tindakan-tindakan dan emosi-emosi yang menyertai gambaran-gambaran tadi.  Seperti halnya semua tanda yang lain, Radial Loop berlaku bagi bidang apapun atau jari yang di atasnya ditemukan tanda itu.
Double Loop
Double Loop kebanyakan disalahpahami oleh hampir semua penandaan Dermatoglyphic.  Pada umumnya, menginterpretasikan Double Loop sama seperti dengan Whorl-whorl yang lain, dengan perbedaan utama: Hingga kepribadian yang dikembangkan akan cenderung dengan kuat ke arah pernyataan yang dilebih-lebihkan, manipulasi, dan tindakan-tindakan bersifat subversif di dalam wilayah kehidupan.  Sebagai contoh, seseorang dengan Double Loop pada kedua ibu jarinya mungkin di dalam awal kehidupannya menggunakan penipuan untuk membantu mewujudkan keinginan mereka terhadap yang lain.  Pemilik garis tangan ini tertarik ke arah karier yang dramatis, yang dengan usaha biasa dapat diwujudkan dengan mudah.
Triradius
Triradius (juga disebut “Delta”) dapat digunakan untuk menunjuk dengan tepat pusat dari setiap gunung.  Gunung-gunung itu kemudian bisa dilihat sebagai terpusat, kecenderungan, atau berpindah.
Ciri kepribadian menurut pola sidik jari
1. Sidik jari berpola Whorl
Jari telunjuk –“Anugerah Persepsi”. Individu dengan pola ini hampir mustahil untuk menipu atau berbohong.  Mereka secara umum mengalami masa kanak-kanak yang sangat tidak bahagia.  Mereka hanya bisa melihat dengan sangat jelas penipuan-penipuan dan kepura-puraan orang lain, termasuk orang tua mereka sendiri.
Jari Tengah –“Anugerah Organisasi”.  Pemilik pola ini dapat melihat penggolongan-penggolongan dan hubungan-hubungannya pada hampir semua orang.  Mereka akan menggolongkan orang-orang dan kejadian dalam tipe-tipe khusus tertentu.  Mereka bersifat sangat curiga, dan senang membongkar atau menyelidiki “rahasia-rahasia.
Jari Manis –“Anugerah Pembedaan”.  Sebuah kemampuan untuk menyoroti kekurangan-kekurangan di dalam setiap rencana, desain, konsep, atau orang per orang.  Suatu kecenderungan yang kuat ke arah kesempurnaan (perfeksionis), terutama dalam pekerjaannya sendiri.  Orang ini tidak bisa memaklumi sebuah gambar yang tergantung sedikit miring.
Jari Kelingking –“Anugerah Komunikasi”.  Meski biasanya malu sendiri dan menahan diri, mereka ini mempunyai anugerah berupa kepandaian berbicara dan menulis kata.  Ahli pidato alami, yang mempunyai kemampuan untuk bergerak dan mengilhami orang lain dengan kekuatan suaranya.  Satu karateristik yang menarik adalah penempatan pandangan-pandangan spiritualnya.  Mereka tidak akan pernah mengikuti dogma dari agama apa pun, tetapi mempunyai filsafat sendiri yang unik di mana mereka sangat meyakininya.
Ibu Jari –“Anugerah Kekuatan Kehendak”.  Pola ini mengungkapkan kepemimpinan alami dengan kemampuan yang kuat untuk memerintah orang lain.  Mereka akan mendominasi setiap situasi dengan kemampuan memikat yang tak bisa dipisahkan.  Terdapat kecenderungan yang kuat ke arah pandangan totaliter atau diktator, terutama terhadap anak-anak mereka.
2. Sidik jari berpola Radial Loop
Jari telunjuk - Seseorang yang mengekspresikan Ego mereka dengan cara yang unik.  Cetakan tunggal di tangan yang dominan mengungkapkan sifat bekerja mandiri adalah satu-satunya jalan untuk pemenuhan pribadi.
Jari Tengah - Orang yang menggunakan pikirannya dengan cara uniknya sendiri.  Mereka adalah pencipta yang besar, dengan kreativitas yang tinggi, juga mempunyai kemampuan untuk mengendalikan sistem otonom mereka sendiri, seperti denyut jantung, pencernaan, dan lain-lain dengan pikiran mereka.
Jari Manis - Seseorang yang menciptakan emosi mereka sendiri serta respon-respon emosionalnya.  Orang lain tidak pernah benar-benar bisa memahami individu ini, karena tidak bisa memahami emosi atau respon-responnya yang tidak pernah dialami orang lain.  Akhirnya, mereka tidak pernah merasa “sesuai” dengan masyarakatnya, tetapi hidup mereka diatur oleh usaha yang tetap.  Isu ketakutan dan kesepian harus diberdayakan untuk mencapai pemenuhan.
Jari kelingking - Sangat jarang sekali.  Pola ini mengindikasikan seseorang yang menciptakan pandangan-pandangan religius dan kerohanian mereka sendiri.  Dan ini tidak akan bercampur dengan filsafat-filsafat lain yang paling umum, tetapi akan menjadi sebuah agama yang didasarkan pada konsep-konsep yang sama sekali baru.

3. Sidik jari berpola Arch
Jari telunjuk - Orang yang mempunyai pandangan tradisional mengenai ambisi, karier, dan kepemimpinan mereka sendiri.  Mereka percaya bahwa mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, menyimpan uangnya, dan menginvestasikannya untuk masa depan mereka. “Masa lampau” mereka berada dalam bidang-bidang seperti hidup tanpa dengan banyak partner dan tingkat kekaguman pada diri sendiri yang rendah (memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, gangguan mental karena makanan, dan wujud-wujud lain dari penganiayaan terhadap diri sendiri).
Jari Tengah – Nilai-nilai tradisional mengenai pikiran.  Untuk orang-orang ini, pendidikan adalah satu-satunya cara menuju sukses. “Masa lampau" mereka berada dalam bidang-bidang seperti penyalahgunaan obat dan memanipulasi orang lain.
Jari Manis – Nilai-nilai tradisional yang bersinggungan kepada emosi (laki-laki tidak boleh menangis, dan lain-lain). “Masa lampau" mereka adalah ketiadaan stabilitas emosional mereka sebelumnya.
Jari kelingking – Nilai-nilai tradisional mengenai komunikasi, agama, dan seks.  Mereka adalah satu-satunya kelompok orang yang akan sungguh mengikuti dogma setiap agama tertentu, tanpa menyesuaikannya pada standar mereka sendiri.  “Masa lampau” mereka adalah hidup dengan banyak partner atau ketiadaan kerohanian, tetapi hanya karena dipersepsikan sebagai “pewarnaan” jiwa.
Ibu jari – Nilai-nilai tradisional dalam menerima nafsu dan keinginan.  Bahkan setelah kepribadian berkembang, masih ada kecenderungan yang kuat ke arah sikap-sikap dominasi. “Masa lampau” mereka adalah ketika mereka terjatuh menjadi mangsa nafsu dan keinginan-keinginan mereka, dengan sedikit pemikiran untuk menolak masa depan.
Ketika pola arch ditemukan pada jari telunjuk dan jari tengah, maka terdapat akal yang sangat dalam.  Namun kadang-kadang melambat untuk menyerap konsep-konsep, hal ini karena kerinduan pokok materi suatu pemahaman yang lengkap, daripada sekedar suatu genggaman dangkal dari pengetahuan.
Tes sidik jari (Fingerprint Test) untuk melihat bakat tersembunyi
Akhir-akhir ini muncul trend baru para orang tua melakukan test sidik jari (fingerprint test) pada anak-anaknya, dengan maksud mengetahui bakat-bakat (talenta) terpendam pada diri mereka. 
Test dilakukan dengan melakukan pemindaian dan merekam gambar sidik jari, kemudian hasilnya akan dianalisa oleh analis Fingerprint Test. Secara garis besar, jari kelingking menggambarkan penglihatan, jari manis untuk pendengaran, jari tengah berhubungan dengan sentuhan, keseimbangan, pergerakan, serta koordinasi tangan dan kaki, jari telunjuk untuk proses informasi – tangan kiri untuk logika, tangan kanan untuk pikiran, dan ibu jari untuk berpikir serta membuat keputusan.
Namun di warta ini kita hanya membahas mengenai kepribadian seseorang dan klasifikasinya menurut pola sidik jarinya, bukan mengenai bakat atau talenta yang mungkin tersembunyi dan dicirikan oleh pola sidik jarinya.


Apa Gaya Belajar Anak Anda?

1. Tipe Visual
- Lebih mudah mengingat dengan melihat.
- Lebih suka membaca.
- Lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar.
- Peka akan warna dan cukup paham akan artistik.
- Duduk tenang saat belajar di tengah situasi ribut dan ramai tanpa merasa terganggu.
- Tertarik pada seni lukis, pahat, dan gambar.
- Melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang mengajar.
- Mudah menghafal tempat dan lokasi.

* Kendala Tipe Visual
- Tak suka berbicara di depan kelompok atau mendengarkan orang lain.
- Tahu apa yang harus dikatakan, tapi tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
- Terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan tak terbaca.
- Sering kali lupa jika menyampaikan pesan verbal kepada orang lain.
- Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
- Agak sulit menyimak dan memahami isi pembicaraan.

* Cara Menstimulasi
- Gunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran.
- Perangkat grafis bisa berupa film, slide, ilustrasi, coretan, atau kartu gambar.
- Mintalah untuk membayangkan obyek atau materi yang sedang dipelajari.

2. Tipe Auditory
- Mudah ingat apa yang didengar.
- Senang dibacakan atau mendengarkan.
- Pandai bercerita dan senang membaca dengan suara keras.
- Lebih menyukai humor lisan ketimbang membaca buku.
- Senang berdiskusi, bicara, atau menjelaskan secara panjang-lebar.
- Menyenangi seni musik.
- Mudah mempelajari bahasa asing.

* Kendala
- Cenderung banyak omong.
- Tak bisa belajar dalam suasana berisik.
- Kurang tertarik pada hal-hal baru.

* Cara Menstimulasi
- Bekali tape recorder untuk merekam semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
- Libatkan diri dalam kegiatan diskusi.
- Lakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.
- Rekamlah ide dan pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan.

3. Tipe Kinestetik
- Gemar menyentuh segala sesuatu.
- Aktif mengerjakan sesuatu yang memakai tangannya.
- Suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar.
- Menyukai gerak fisik dan memiliki koordinasi tubuh yang baik.
- Membaca dengan menunjuk kata-kata dengan jari tangan.
- Menghafal sesuatu dengan melihat langsung.
- Unggul dalam pelajaran olahraga.
- Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu (peragaan) ketimbang penjelasan.
- Cenderung menggunakan gerak tubuh untuk mengungkapkan sesuatu.

* Kendala
- Sulit mempelajari hal abstrak, seperti matematika atau peta.
- Tak bisa belajar di sekolah yang bergaya konvensional.
- Energinya cukup tinggi, dan jika tidak disalurkan, akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya.

* Cara Menstimulasi
- Masukkan ke sekolah yang menganut sistem active learning.
- Belajar memakai model peraga, misal belajar di laboratorium.
- Diberikan aktivitas fisik, seperti olahraga atau menari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar