Sabtu, 16 Oktober 2010

macam permainan anak dan perkembangan anak


MACAM-MACAM PERMAINAN MENDIDIK /EDUKATIF UNTUK ANAK


Anak-anak dengan kecenderungan alamiahnya yang selalu suka bergerak dan selalu ingin tahu akan segala hal yang ada disekitarnya, tak bisa dilepaskan dari aktivitas bermain.
Bermain bagi anak-anak bukan hanya sebuah kesenangan belaka tapi juga merupakan kebutuhan penting bagi mereka. Lewat bermain anak-anak secara tak sadar bisa mengasah bakat mereka yang terpendam serta menambah pengetahuan mereka tentang lingkungan sekitarnya.
Jika pada masa kanak-kanak anak kurang atau tak memiliki kesempatan untuk bermain,maka kepribadiannya bisa jadi akan terhambat.
Permainan yang mendidik (edukatif) untuk anak-anak tak perlu mahal, tak harus selalu dikaitkan dengan barang-barang elektronik seperti: komputer, video game, atau mainan yang menggunakan remote control, orang tua dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitarnya untuk menciptakan permainan edukatif ini.
Berikut ini jenis-jenis permainan edukatif (mendidik) untuk anak-anak:

1. Permainan mengasah otak.
Permainan ini memerlukan ketrampilan berfikir, mengasah daya ingat serta imajinasinya.
Contoh: catur, ular tangga, halma, menyusun balok, lego, puzzle, plestisin.

2. Permainan membentuk fisik.
Permainan ini memerlukan gerak fisik yang banyak dan dapat juga berfungsi sebagai olah raga bagi anak, tapi harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya: lokasi tidak berbahaya, cukup luas untuk anak berlarian, alat yang digunakan tidak membahayakan atau tidak terlalu berat, seperti pada anak yang masih kecil, sepak bola bisa diganti dengan bola plastik.
Contoh: sepak bola, kasti, loncat tali, gobak sodor.

3. Permainan melatih sosialisasi.
Permainan ini adalah permainan yang memerlukan team work atau kerja kelompok. Dari sanalah anak dapat melatih jiwa sosial mereka, bagaimana cara bekerja dalam kelompok, hidup rukun dengan teman, saling menolong, memaafkan.
Contoh: sepak bola, main kelereng, main pasar-pasaran (jual beli).

4. Permainan membentuk kepribadian.
Permainan ini disesuaikan dengan jenis kelamin anak. Permainan ini untuk melatih anak perempuan agar terbentuk naluri keibuannya dan anak laki-laki agar terbentuk naluri kebapakannya, disamping itu juga menumbuhkan jiwa solidaritas mereka kepada lawan jenisnya. Tapi tak menutup kemungkinan mereka bermain permainan lawan jenisnya, agar laki-laki dapat mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan perempuan tak terlalu cengeng dan dapat hidup mandiri kelak.
Contoh: dalam permainan perang-perangan, anak laki-laki menjadi tentara dan anak perempuan menjadi perawat atau juru masak.




Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak

http://content.yieldmanager.com/ak/q.gifhttp://pixel.quantserve.com/pixel/p-70x45KyHA6cIs.gif?media=adhttp://b.scorecardresearch.com/p?c1=8&c2=7936279&c3=0&cv=2.0&cj=1
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Adaorang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak:
1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.
2. Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.
3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.
4. Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.
5. Status sosial ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.
Pengaruh bermain bagi perkembangan anak
Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
Bermain dapat digunakan sebagai terapi
Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak
Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak
A. Permainan Aktif
1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
2. Drama
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.
3. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.
4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.
B. Permainan Pasif
1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
3. Menonton televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.


5 Jenis Permainan Yang Dapat Mencerdaskan Otak

Bingung mencari cara untuk membantu kecerdasan anak? atau ingin mengasah otak Anda juga? Berikut ada 5 jenis permainan yang mampu mengasah otak :
1. Catur
Catur adalah olah raga semua umur. Umur bukan masalah dalam permainan catur, siapa saja bisa bertanding. Catur mengembangkan daya ingat. Hal ini terbukti . Karena dengan bermain catur Anda akan belajar teori yang sangat komplit melalui cara pembukaan yang sangat bervariasi. Catur meningkatkan daya konsentrasi, sebab selama bertanding Anda hanya fokus pada satu tujuan untuk skak mat dan menjadi pemenang.
Catur mengembangkan pemikiran yang logis. Bermain catur memerlukan strategi yang logis. Misalnya, Anda harus menjaga agar posisi bidak raja senantiasa selamat dan aman dari ancaman lawan, tidak membuat posisi bidak menjadi lemah dan tidak membuat bidak-bidak lainnya dimakan lawan tanpa perlawanan.
Catur meningkatkan daya imaginasi dan kreatifitas. Membuat Anda menjadi seorang penemu. Begitu banyak kombinasi pertahanan dan perlawanan melalui susunan bidak-bidak yang Anda ciptakan.
Catur mengajarkan Anda menjadi mandiri. Anda ditantang untuk membuat keputusan yang penting berdasarkan pengamatan sendiri.
Catur mengembangkan kemampuan untuk memprediksi dan melihat segala kemungkinan yang akan terjadi dari setiap langkah Anda.
2. Rubik
Permainan yang satu ini cukup melatih kecerdasan dan kesabaran, lebih memusingkan dari catur. Bagaimana tidak, ada beberapa rumus matematika yang terdapat dalam permainan ini, tapi jika anda sudah tahu rumusnya anda bisa menyelesaikan permainan ini, permainan yang berbentuk kotak dengan 6 bagian yang berbeda warnanya.
Permainan ini bernama Rubik. Mungkin ada yang pernah mendengar permainan yang satu ini atau malah hampir setiap hari memainkan permainan ini karena sampai saat ini belum juga bisa menyelasikan permainan ini ?
Permainan ini diciptakan oleh seorang seniman Emo Rubik dari Budapest sekitar tahun 1974, kemudian menjadi populer dan mendunia. Banyak diadakan perlombaan rubik tingkat dunia, yang menjadi penentu siapa pemenang dalam perlombaan rubik biasanya diukur dari kecepatan peserta menyelesaikan permainan rubik ini, siapa yang cepat dia yang dapat. Seorang yang jago dalam permainan ini bisa menyelesaikannya kurang dari satu menit, bahkan seorang bocah pun bisa menyelesaikan permainan ini hanya dalam waktu 114 detik saja.
3. Puzzle
Puzzle adalah salah satunya. Permainan yang sangat populer di seluruh dunia ini bisa membantu daya nalar dan daya ingat anak. Daya nalarnya bekerja ketika si kecil harus menggabungkan satu bentuk puzzle dengan yang lainnya. Dia akan memikirkan kira-kira kepingan mana yang cocok dengan kepingan yang dipegangnya. Lama kelamaan, permainan puzzle ini juga akan meningkatkan daya ingatnya.
Jika awalnya si kecil membutuhkan waktu 10 menit, pada permainan selanjutnya si kecil pasti akan menyelesaikannya dalam waktu lebih pendek, mungkin tujuh menit atau hanya lima menit. Ia akan hafal letak kepingan-kepingan tersebut di mana harus diletakkan. Tak mengherankan jika si kecil terbiasa memainkan satu bentuk puzzle, maka si kecil akan membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk menyelesaikan permainan berikutnya. Yang perlu diperhatikan adalah tingkat kerumitan puzzle. Jangan memberikan puzzle yang terlalu rumit. Jangan lupa pula waktu efektif si kecil menyelesaikan permainan puzzle tersebut.
4. Lego
Permainan lain yang tak kalah populer dan bermanfaat adalah lego. Permainan menyusun balok ini bisa meningkatkan daya imajinasi si kecil. Turut sertalah Anda dalam permainan dan mencoba membuat bentuk yang menarik agar si kecil memiliki gambaran bisa diapakan saja lego tersebut. Setelah si kecil tahu bahwa lego bisa dibentuk bermacam-macam, si kecil pun akan mencoba meniru hal tersebut. Mungkin awalnya si kecil akan meniru bentuk yang Anda buat. Tapi lama kelamaan, jangan kaget si kecil akan menghasilkan bentuk imajinatif yang selama ini bahkan tak Anda pikirkan. Imajinasi si kecil akan terasah lewat permainan susunan balok ini.
5. Halma
Anda masih ingat halma? Ya permainan zaman kecil Anda ini ternyata juga bisa digunakan untuk mengasah kecerdasan otak. Permainan halma bisa digunakan untuk mengajarkan si kecil taktik dan strategi ketika ia menggerakkan bidaknya untuk mencapai daerah lawan. Si kecil pun akan terlatih untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Hal ini akan berguna untuk membantuk si kecil menghadapi sebuah permasalahan yang harus dicari solusinya.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar